Sabtu, 07 Januari 2012

CARA BELAJAR DI RUMAH

   A. Pengertian Cara Belajar Di Rumah

Sebelum peneliti membahas tentang pengertian cara belajar di rumah terlebih dahulu dibahas apa yang dimaksud dengan belajar? Dalam penguraian tentang belajar peneliti mengutip pendapat beberapa ahli. Menurut Ngalim Purwanto (1990:85) bahwa “belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang baik tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk”. Sedangkan menurut Morgan dalam buku Educational in Psicologi (1978) yang dikutip oleh Ngalim Purwanto dalam bukunya yang  berjudul psikologi pendidikan (1990:84) mengatakan bahwa “belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman”.
Dari pendapat para ahli yang telah diuraikan di atas, belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku baik ke arah positif maupun negatif dan perubahan tersebut terjadi akibat adanya latihan ataupun pengalaman dari individu yang melakukan proses belajar.
Cara belajar atau teknik belajar adalah cara menerima dengan mengelola ilmu dalam proses belajar (2002:35). Selain itu, menurut Oemar Hamalik (1980:94) menyebutkan bahwa “cara belajar adalah kegiatan-kegiatan belajar yang dilakukan dalam mempelajari sesuatu”. Dari kedua pendapat ahli di atas maka peneliti dapat merumuskan bahwa cara belajar merupakan suatu cara atau teknik yang diakukan untuk lebih memudahkan menyerap atau menerima ilmu yang diolah pada proses belajar.
Jadi, cara belajar di rumah adalah suatu cara atau teknik belajar yang dilakukan oleh siswa di rumah atau tempat tinggalnya untuk memudahkan dalam penguasaan atau penyerapan materi pembelajaran yang dipelajari oleh siswa tersebut. Cara belajar di rumah merupakan suatu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah. Selain cara belajar di rumah, kebiasaan belajar dan kelengkapan fasilitas belajar juga sama pentingnya untuk dapat meraih prestasi yang baik.

B.   Macam-Macam Cara Belajar Efisien
Gaya belajar seseorang merupakan kombinasi dari bagaimana ia menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi. Menurut Michael Grinder menyebutkan terdapat beberapa cara belajar yang paling efektif antara lain sebagai berikut:
1.  Visual
Visual menurut Kamus Bahasa Indonesia yang berarti dapat dilihat dengan mata. Berarti gaya belajar visual merupakan gaya belajar dengan cara melihat. Jika seseorang menghadiri suatu seminar atau lokakarya, orang tersebut lebih suka membaca makalah dan memperhatikan ilustrasi yang ditampilkan pembicara, maka orang tersebut tergolong seseorang yang menyukai belajar dengan gaya visual. Selain itu, orang yang menyukai gaya belajar visual suka membuat catatan-catatan yang sangat baik dan rapi. Selain ciri-ciri di atas ada beberapa ciri-ciri orang-orang bergaya visual :
·      Rapi dan teratur.
·      Berbicara dengan cepat.
·      Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik.
·      Teliti terhadap detail.
·      Mementingkan penampilan, baik dalam hal penampilan maupun presentasi.
·      Mengingat apa yang dilihat, bukan yang didengar.
·      Mengingat dengan asosiasi visual.
·      Lebih suka membaca daripada dibacakan.
·      Lebih suka seni daripada musik.
2.  Auditorial
Auditorial berasal dari kata audio yang berarti sesuatu yang berhubungan dengan pendengaran. Gaya belajar auditorial merupakan gaya belajar dengan cara mendengar. Jika seseorang menghadiri seminar atau lokakarya, orang tersebut lebih suka mendengarkan apa yang dikatakan oleh si pembicara maka ia tergolong seseorang yang menyukai belajar dengan gaya auditorial. Orang bergaya belajar auditorial kadang-kadang kehilangan urutan-urutan di dalam seminar tersebut karena mencoba untuk mencatat materi selama presentasi berlangsung. Ciri-ciri orang bergaya auditorial adalah :
·         Berbicara kepada diri sendiri saat bekerja.
·         Mudah terganggu oleh keributan.
·         Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca.
·         Senang membaca keras dan mendengarkan.
·         Lebih suka musik daripada seni.
·         Suka berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar.
·         Biasanya pembicara yang fasih.
3.    Kinestetik
Kinestetik berasal dari kata kinetik berarti gerak. Berarti gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar belajar dengan gaya bergerak, bekerja, dan menyentuh (praktek langsung). Jika seseorang menghadiri seminar atau lokakarya, orang tersebut aktif bertanya dan berdiskusi dengan orang di sekitarnya, maka orang tersebut termasuk orang dengan gaya belajarkinestetik. Ciri-ciri orang yang bergaya kinestetik adalah :
·         Berbicara dengan perlahan.
·         Menanggapi perhatian fisik.
·         Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka.
·         Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang.
·         Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak.
·         Belajar dengan memenipulasi dan praktik.
·         Menghafal dengan cara berjalan atau melihat.
·         Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca.
·         Banyak menggunakan isyarat tubuh.
·         Tidak dapat duduk dalam waktu lama.

Di atas telah diuraikan tiga cara belajar yang paling efisien. Ketiga cara belajar tersebut juga dapat digunakan dalam belajar di rumah. Mungkin dengan melaksanakan salah satu atau ketiga cara belajar tersebut prestasi siswa yang sebelumnya masih kurang menjadi lebih baik begitu juga siswa yang prestasinya tergolong baik akan menjadi lebih baik.
Untuk meningkatkan pemahaman seorang anak pada materi pelajaran, belajar di rumah merupakan salah satu solusi yang dapat dicoba selain memberikan bimbingan belajar (bimbel), les atau kursus kepada anak. Karena itu agar waktu belajar di rumah bisa berjalan efektif, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
1.  Memotivasi anak untuk membaca dengan membelikan buku kesukaannya, membaca bersama atau membuatkannya kartu perpustakaan. Dari sini diharapkan anak tidak "alergi" untuk membaca buku yang terkait dengan pelajaran.
2.  Jauhkan anak-anak dari siaran TV dan game-game elektronik karena hal ini akan membuat mereka menjadi pasif, malas untuk melakukan sesuatu dan bahkan mungkin malas untuk bergaul dengan teman sebaya. Buatlah jadwal kapan mereka bisa menonton atau bermain game, langkah ini dimaksudkan juga untuk melatih disiplin.
3.  Mendukung hobi, minat dan bakat anak dengan menyediakan berbagai perangkat yang dibutuhkan. Misal nya jika anak tertarik Bahasa Inggris, permainan Scrabble menjadi satu pilihan yang tepat, atau pensil dan krayon jika mereka hobi menggambar.
4.  Kembangkan daya pikir dan konsentrasi anak dalam setiap pekerjaan. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan permainan puzzle atau membuat mobil rakitan dari kayu yang banyak dijuak di pasaran.
5.  Hal lain yang dapat dilakukan adalah membantu dan mengarahkan PR mereka sehingga Anda bisa mengetahui materi apa saja yang diberikan di sekolah. Selain itu menjalin komunikasi dengan pihak sekolah dirasakan perlu untuk melihat kemajuan anak.
Pada intinya belajar di rumah dilakukan sesantai mungkin agar individu yang melaksanakan (siswa) tidak merasa bosan. Perlu diketahui waktu belajar di rumah merupakan faktor pendukung dalam pencapaian prestasi belajar yang baik. Apabila siswa dapat mengatur waktu belajarnya dengan baik maka siswa tersebut dapat berkonsentrasi dalam belajar. Begitu pula sebaliknya apabila siswa tidak dapat mengatur waktu belajarnya maka pasti sebagian besar waktunya digunakan untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan belajar dan hanya menggunakan sedikit waktunya untuk belajar.
C.   Belajar Di Rumah Yang Efisien
Kita tidak bisa belajar secara instan, misalnya dengan cara belajar sistem kebut semalam (sks) untuk menguasai setiap materi atau topik dalam pelajaran. Ada beberapa materi atau topik yang kitamesti bekerja keras sebelum memahaminya secara lengkap dan utuh. Salah satu cara untuk mengerti betul-betul suatu materi atau topik pelajaran adalah dengan mempelajarinya kembali di rumah dan mengerjakan sebanyak mungkin soal-soal. Biasanya suatu materi atau topik dalam pelajaran yang semula membingungkan bagi kita akan dapat dipahami dengan mudah setelah kita mengerjakan beberapa soal.Apa saja yang bisa kita lakukan saat belajar di rumah? Berikut ini 7 kiat agar dapat belajar di rumah dengan baik, antara lain sebagai berikut:
1.  Review kembali catatan setelah pelajaran.
Setiap kali setelah pelajaran selesai sebaiknya kita mereview kembali catatan kita. Catat hal-hal atau bagian-bagian yang membuat kita bingung dan buatlah catatan pertanyaan-pertanyaan berkait dengan rumus yang kita tidak tahu atau belum memahaminya untuk ditanyakan pada guru, sehingga akan membantu kita untuk lebih memahami topik tersebut.
2.  Pelajari Notasi.
Seringkali guru mengandaikan bahwa siswa tahu dan paham tentang notasi, lambang, simbol dalam matematika, sehingga mau tidak mau siswa memang harus mempelajarinya dengan baik. Kadang ada guru yang tidak memberi nilai, karena notasi, lambang, simbol yang dituliskan salah.
3.  Buat kumpulan rumus dan konsep-konsep penting.
Kita bisa membuat kumpulan rumus dan konsep-konsep penting di kertas khusus, buku kecil atau buku saku yang bisa ditempel atau dibawa dan dibuka setiap saat. Ini akan membantu dalam mengingat rumus-rumus dan konsep-konsep penting.
4.  Kerjakan PR
Sediakan waktu untuk melihat keseluruhan lagi PR pada hari itu dan cobalah untuk mengerjakannya. Setelah mengerjakan beberapa soal dengan melihat buku atau catatan, cobalah meletakkan buku dan catatan tersebut dan coba untuk mengerjakan sisa soal tanpa menggunakan buku teks atau catatan. Ingat bahwa dalam ujian atau tes, bukankah biasanya kita juga mengerjakan soal ujian dengan tidak dengan membuka buku?! Hal ini dimaksudkan untuk melatih diri kita menghadapi ujian atau tes tentangmateri tersebut.Mengerjakan PR akan memberi kesempatan untuk sungguh lebih memahami materi yang dipelajari hari itu. Jangan mengerjakan PR menunggu hingga batas akhir. Mengerjakan PR ketika deadline hampir selesai seperti itu hanya akan menghasilkan kumpulan PR yang tidak lengkap dan akhirnya juga akan menghasilkan suatu pemahaman yang tidak lengkap tentang konsep yang ada dibalik PR itu.
5.  Latihan, latihan dan latihan.
Jangan hanya membatasi diri dengan hanya mengerjakan soal-soal PR yang diberikan oleh guru. Lebih banyak soal yang dikerjakan akan sangat membantu kita. Berlatihlah soal sebanyak mungkin yang kita bisa. Hanya dengan cara ini kita sungguh belajar matematika. Cara belajar matematika yang efektif memang dengan berlatih dan berlatih mengerjakan soal-soal matematika. Lebih banyak kita berlatih mengerjakan soal akan lebih baik bagi diri kita untuk mempersiapkan diri jika saatnya ujian tiba.
6.  Belajar Kelompok.
Belajar kelompok akan sangat membantu dalam pelajaran matematika. Seringkali karena diantara masing-masing anggota kelompok belajar melihat sesuatu dengan cara yang berbeda, maka bisa jadi ada yang tahu bagimana cara memecahkan masalah yang tidak dapat kita kerjakan atau ada anggota kelompok belajar yang sudah memahami suatu topik yang kita masih bingung atau belum jelas dan dia bisa membantu menjelaskan topik tersebut kepada kita.
7.  Manfaatkan buku teks.
Jika mengalami stuck atau macet dengan suatu topik atau soal yang sedang dikerjakan atau didiskusikan di rumah, jangan lupa bahwa kita mempunyai buku teks atau buku paket pelajaran. Manfaatkan buku pelajaran tersebut. Seringkali buku teks pelajaran memuat contoh-contoh soal yang tidak dikerjakan di kelas atau memuat suatu pendekatan yang berbeda dalam memecahkan suatu soal.

Belajar mandiri di rumah adalah suatu tugas paling pokok dari setiap siswa. Syarat utama belajar di rumah adalah adanya ketentuan belajar misalnya memiliki jadwal belajar tersendiri sekalipun terbatas waktunya. Dalam belajar di rumah bukan lamanya belajar yang diutamakan melainkan kebiasaan teratur dan rutin melakukan belajar. Belajar teratur 2 jam setiap harinya, jauh lebih penting dari belajar 6 jam hanya pada hari tertentu. Demikian pula bukan banyaknya materi yang dipelajari yang harus diutamakan tetapi seringnya mempelajari bahan atau materi tersebut walaupun tidak banyak.
Menurut Nana Sudjana (1989:167-168) ada beberapa petunjuk yang dapat anda gunakan untuk belajar di rumah antara lain sebagai berikut:
a)    Buka dan pelajari kembali catatan singkat hasil pelajaran di sekolah yang anda catat pada kertas lepas. Baca pula buku paket yang berkenaan dengan materi tersebut. Kemudian anda membuat catatan lengkap dari bahan tersebut setiap hari setelah anda belajar di sekolah.
b)    Pada akhir catatan yang dibuat rumuskan pertanyaan-pertanyaan dari bahan tersebut. Pertanyaan mencakup pertanyaan ingatan dan pertanyaan pikiran. Pertanyaan ingatan misalnya bertanya mengenai batasan dalil, rumus, hukum, istilah, nama orang dan lain-lain. Pertanyaan pikiran misalnya bertanya dengan kata tanya apa, mengapa, bagaimana.
c)    Setiap pertanyaan yang telah dibuat, tulis pula pokok-pokok jawabannya dibalik halaman tersebut (supaya tidak terlihat pada saat membaca pertanyaan tersebut).
d)    Cara belajar berikutnya siswa tinggal melatih pertanyaan tersebut sampai menguasainya. Bila belum menguasai pertanyaan yang dibuat, baca kembali catatan yang telah dibuat sehingga jawabannya betul-betul dapat dikuasai.
e)    Apabila siswa masih ragu dengan jawabannya, sebaliknya ajukan pertanyaan tersebut kepada guru pada saat pelajaran berlangsung.         
f)     Belajarlah pada saat tertentu yang paling memungkinkan bagi anda, apakah sore hari, malam hari, dikala subut tidak menjadi persoalan asalkan cocok dengan pribadi anda sendiri.
g)    Jangan sekali-kali anda memforsir belajar terus-menerus dalam waktu yang cukup lama. Istirahatlah dulu beberapa menit agar otak dan pikiran anda tidak lelah. Olahraga ringan, mendengarkan musik/radio, atau nonton TV dahulu pada saat istirahat akan membantu kesegaran otak anda. Namun jangan terlalu lama, melebihi waktu belajar anda.
h)    Sebelum anda tidur bacalah pertanyaan yang anda buat lalu dan jawab dalam hati anda. Jangan lupa ingatlah kepada Tuhan sebelum anda tidur dengan membaca do’a sesuai dengan agama anda sendiri.

Dari uraian di atas, maka sebaiknya cara belajar tersebut dilakukan setiap hari agar anda (siswa) merasa terbiasa dengan cara belajar seperti itu. Bila dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti anda (siswa) akan bisa mendapatkan hasil/prestasi yang anda impikan.
Kebiasaan belajar mandiri di rumah sangatlah penting bagi siswa. Kebiasaan belajar dapat mempengaruhi cara belajar siswa di rumah. Dalam melakukan kegiatan belajar di rumah diharapkan siswa dapat belajar secara teratur dan fokus. Cara belajar di rumah bisa dilakukan dan perlu adanya kebiasaan dalam belajar yang didukung fasilitas belajar dan jadwal belajar. Menurut Djamarah (2002:40-45) kebiasaan belajar di rumah dapat dilakukan, yaitu dengan:
a)    Mempunyai tempat belajar, fasilitas dan perabot belajar
Syarat untuk dapat belajar dengan sebaik-baiknya adalah tersedianya tempat belajar. Setiap siswa hendaknya mengusahakan agar mempunyai tempat belajar. Apabila tidak dapat memperoleh yang belajar, maka kamar tidurpun dapat dijadikan tempat belajar yang sangat baik kalau para siswa memperhatikan beberapa hal dan kebiasaan-kebiasaan yang baik yaitu dengan memperhatikan tata ruang kamar tidur yang juga menjadi kamar belajar itu.
Fasilitas dan perabot belajar ikut berperan dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Siswa yang belajar tanpa dibantu dengan fasilitas tidak jarang mendapatkan habatan dalam menyelesaikan kegiatan belajar. Karenanya, fasilitas tidak bisa diabaikan dalam mssalah belajar. Fasilitas atau perabot dalam belajar yang dimaksud tentu saja berhubungan dengan masalah materiil berupa kertas, pensil, buku catatan, meja dan kursi belajar, dan sebagainya.
b)    Mengatur Jadwal Belajar
Masalah pengaturan waktu belajar menjadi persoalan bagi siswa, banyak siswa yang mengeluh karena tidak dapat membagi waktu dengan tepat dan balk. Akibatnya waktu yang seharusnya dimanfaatkan terbuang dengan percuma. Oleh karena itu, betapa pentingnya bagi siswa membagi waktu belajarnya dengan cara membuat jadwal belajar. Keteraturan penggunaan waktu untuk belajar memberikan dampak yang bermakna kepada kualitas hasil belajar siswa.

Dalam menyusun jadwal belajar harus mendapat perhatian khusus, karena benar-benar harus mengatur waktu belajar dan lama belajar sehingga jumlah waktu yang tersedia untuk suatu kegiatan cukup banyak serta urutan kegiatan sesuai dengan sifat.
1)  Waktu belajar
Sebaiknya dilakukan pada waktu yang sesuai dengan kebiasaan kita karena waktu belajar siswa berbeda-beda. Ada yang lebih suka belajar pada pagi hari setelah bangun tidur, ada yang lebih suka belajar pada siang hari setelah pulang dari sekolah apabila kegiatan belajar mengajar disekolahnya diadakan pada pagi hari, dan ada yang suka belajar pada malam hari.Siswa mempunyai alasan sendiri-sendiri dalam nelajar, ada belajar yang teratur, namun ada jugs yang hams disuruh oleh orang tuanya. Dapat dikatakan seseorang yang belajar akan mempengaruhi hasil belajarnya apabila dilakukan secara rutin dan teratur dalam waktu tertentu, sehingga akan mencapaiprestasi belajar yang optimal.
2)  Lama Belajar
Keefektifan waktu dalam belajar berbeda-beda, tergantung dari orangnya. Ada siswa yang merasa lebih senang atau lebih berhasil bila lamanya belajar bertahan sate jam, dua jam atau tiga jam, sehingga lama belajar yang dilakukan oleh seorang siswa sifatnya tidak tentu. Lamanya belajar tergantung pada banyak sedikitnya bahan yang dipelajari. Tetapi perlu diperhatikan, belajar yang terlalu lama akan melelahkan dan tidak efisien.
3)  Membaca Buku
Keterampilan belajar yang pertama dan utama yang perlu sekali dik-uasai oleh siswa adalah kebiasaan membaca buku pelajaran dan berbagai sumber pengetahuan lainnya. Kebiasaan membaca harus dibudayakan agar bertambah pengetahuannya dan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam mempelajari suatu mata pelajaran. Hampir setiap hari keharusan membaca buku itu dilakukan. Masalah membaca merupakan keharusan bagi siswa memang tidak diragukan lagi, tetapi persoalan bagaimana cara membaca yang baik dan efisien, cukup banyak siswa yang mengeluh akibat cara membacanya kurang menghasilkan hasil belajar yang memuaskan, sesuai dengan tujuan yang diinginkan dari kegiatan membaca.
4)  Memantapkan materi pelajaran
Setelah menerima pelajaran disekolah, yang perlu dilakukan siswa setelah pulang sekolah adalah memantapkan kembali materi pelajaran di rumah yaitu dengan mengulang pelajaran yang diajarkan di sekolah. Apa yang guru jelaskan tidak mesti semuanya berkesan baik, tentu ada kesan-kesan yang masih samar-samar dalm ingatan. Pengulangan sangat membantu untuk memperbaiki semua kesan yang masih samar-samar itu untuk menjadi kesan-kesan yang sesengguhnya, yangtergambar jelas dalam ingatan. Selain itu untuk memantapkan materi pelajaran di rumah yaitu dengan membentuk kelompok belajar, cara ini baik untuk menunjang keberhasilan studi siswa di sekolah dan jugs dapat mengatasi rasa kebosanan dan kejenuhan apabila siswa belajar sendiri. Dalam membentuk kelompok belajar ini anggotang tidak perlu terlalu banyak, tetapi cukup lima orang. Carilah teman-teman yang mempunyai kesamaan pandangan untuk meraih sukses studi. Sekiranya kelompok belajar sudah terbentuk, rencanakanlah pembagian waktu, bahan pelajaran mana saja yang perlu dibahas dalam kelompok belajar.

Dalam cara belajar di rumah, kebiasaan belajar juga merupakan faktor pendukung berhasilnya cara belajar siswa. Cara belajar di rumah tidak dapat berlangsung apabila tidak ada fasilitas belajar, ruangan belajar bahkan jadwal belajar. Peningkatan prestasi merupakan tujuan dari dilaksanakannya cara belajar di rumah yang efektif.


DAFTAR PUSTAKA

                            
Purwanto, M. Ngalim. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sudjana, Nana. 1989. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Jakarta: Rajawali Pers

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar